Kadispenduk Capil Terpaksa Gunakan Uang Pinjaman Karena Keterbatasan Anggaran

Kadispenduk Capil tersangka kasus dugaan pungutan liar adminduk, mengaku terpaksa menggunakan uang pinjaman dari tersangka K untuk biaya perjalanan dinas, honor dan biaya makan tenaga honorer yang kerja lembur karena keterbatasan anggaran.

Demikian yang disampaikan kuasa hukum kedua tersangka, Eko Imam Wahyudi kepada sejumlah wartawan Kamis siang. Menurut Eko tidak benar jika tersangka Y menerima suap pengurusan adminduk dari tersangka K. Sebab menurut pengakuan kliennya, transaksi tersebut merupakan pinjaman, yang pada saatnya nanti akan dikembalikan.

Tersangka Y kepada Eko juga mengaku, dirinya terpaksa meminjam uang kepada tersangka K. Selain untuk keperluan biaya perjalanan dinas, juga untuk memberikan makan tenaga honorer, yang memang diminta kerja lembur sesaui permintaan Bupati. Hal tersebut sengaja dilakukan oleh tersangka Y karena hingga saat ini, anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas atau SPPD dari Pemkab Jember belum cair. Namun apesnya tersangka Y, pada saat tersangka K mengantarkan uang tersebut langsung terjaring OTT Tim Saber Pungli.

Diberitakan sebelumnya, setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang diamankan dalam OTT dugaan pungli adminduk, penyidik menetapkan Kasidpenduk Capil Jember berinisial Y, dan seorang warga sipil berinisial K sebagai tersangka. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, omzet pungli adminduk mencapai 30 sampai 35 juta perminggu, atau 1,5 sampai 9 juta perhari.

(125 views)