Puluhan Petani dan Aktivis GMNI Tolak Konferensi Tembakau

Aktivis GMNI bersama puluhan petani tembakau, Kamis pagi menggelar aksi unjukrasa menolak digelarnya Asia Pacific Conference on Tobacco or Health atau Apact. Mereka menilai konferensi yang akan membahas isu tentang tembakau ini, berpotensi membunuh ekonomi jutaan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada tembakau.

Wildan salah satu pengunjukrasa mengatakan, tembakau selama ini memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap pendapatan Negara. Dengan digelarnya Apact di Bali pertengahan September mendatang, juga dinilai berpotensi membunuh perekonomian petani tembakau di Jember.

Karena itu GMNI bersama petani tembakau Jember, dengan tegas menolak digelarnya Apact. GMNI juga mendesak Bupati Jember segera merealisasikan salahsatu janji kampanyenya, untuk merevitalisasi industri tembakau. Apalagi tembakau sudah menjadi logo Pemkab Jember, sehingga sudah semestinya Pemkab serius menangani persoalan ini.

Sementara Anggota Komisi A DPRD Jember David Handoko Seto menjelaskan, dirinya mendapat informasi bahwa undang-undang tembakau sudah disahkan DPR RI, tinggal menunggu persetujuan bersama eksekutif. David juga berjanji akan mendorong Bupati, agar segera merealisasikan janjinya terkait pertembakauan di Jember.

(55 views)