YLKI Angkat Bicara Terkait Kesepakatan Damai Angkutan Online dan Konvensional

IMG-20180809-WA0020Setelah munculnya kesepakatan baru dari hasil pertemuan pengemudi angkutan online dan konvensional Rabu siang, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI Jember angkat bicara. YLKI menilai kesepakatan tersebut sangat merugikan bagi masyarakat sebagai konsumen angkutan.

Ketua YLKI Jember Abdil Furqon mengatakan, dalam kesepakatan tersebut sangat terlihat adanya unsur kepentingan, melindungi pengusaha tertentu dengan mengorbankan pengusaha lainnya, yang kemudian berdampak dikorbankannya kepentingan masyarakat umum sebagai konsumen.

Abdil mencontohkan larangan angkutan online mengambil penumpang di titik tertentu seperti sekolah dan rumah sakit, dimana calon penumpang harus jalan terlebih dahulu sejauh 300 meter. Untuk ukuran siswa sekolah dasar atau pasien Rumah Sakit yang akan menggunakan jasa angkutan online, tentu jarak tersebut cukup jauh.

Masyarakat sebagai konsumen lanjut Abdil, berhak menentukan dirinya sendiri akan menggunakan jasa transportasi yang mana. Abdil.menilai kesepakatan damai yang juga ditandatangani oleh beberapa pejabat berwenang tersebut, sangat bertentangan dengan undang-undang perlindungan konsumen.

Lebih jauh Abdil menjelaskan, persaingan usaha mestinya jangan sampai menutup ataupun membatasi usaha pihak lain. Masyarakat harusnya mampu beradaptasi dengan perkembangan tehnologi, atau meningkatkan fasilitas pelayanan agar dipilih oleh masyarakat sebagai konsumen angkutan masal.

(518 views)