Antrian Penukaran Uang Mencapai Setengah Alun-Alun

Di hari terakhir pelayanan penukaran uang oleh seluruh perbankan di Alun-alun Jember, antrian masyarakat cukup panjang hingga mencapai setengah Alun-alun. Bahkan masyarakat rela berpanas-panasan untuk menukarkan uangnya.

Yuli salah satu warga Sukorejo menceritakan, dirinya sudah mengantri satu jam lebih, tetapi antrian di depannya masih sangat panjang. Sehingga belum bisa diketahui berapa lama lagi dirinya harus mengantri.

Yuni menilai pelayanan penukaran uang di Alun-alun, tidak memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Yuli berharap ada perubahan mekanisme dalam pelayanan penukaran uang, menjelang lebaran tahun depan.

Hal senada diungkapkan Muhayun warga Kecamatan Jenggawah, yang juga sudah mengantri berjam-jam. Menurut Muhayun, masyarakat rela antri berjam-jam, karena hanya pelayanan di Alun-alun yang tidak pernah kehabisan pecahan 2 ribu dan 5 ribu. Sedangkan jika menukar di kantor perbankan, rata-rata mereka menolak dengan alasan sudah habis.

Diberitakan sebelumnya, penukaran uang oleh seluruh perbankan dimulai sejak tanggal 28 Mei hingga 8 Juni, dengan syarat penukaran dibatasi 3,7 juta rupiah setiap orang. Selain di Alun-alun, proses penukaran uang jga bisa dilakukan di kantor perbankan, dan juga operasi pasar murah di beberapa kecamatan.

(50 views)