Jember Kabupaten Pertama yang Sudah Memiliki Sentra Gakkumdu

Untuk mengantisipasi terjadinya tindak pidana Pemilu menjelang Pilgub Jawa Timur 2018 mendatang, Polres Jember bersama Panwaslu dan Kejaksaan Negeri Jember, Rabu siang membentuk Sentra Penegakan Hukum Terpadu atau Gakkumdu.

Menurut Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, meski tingkat Pemilihan Gubernur Jawa Timur tidak serawan pemilihan Bupati, upaya antisipasi tetap harus dilakukan. Karena itu Rabu siang Polres Jember menginiasi pembentukan Gakkumdu, yang merupakan Gakkumdu pertama di Jawa Timur. Sentra Gakkumdu ini nantinya akan beranggotakan 12 personil kepolisian, 5 anggota Panwaslu dan 5 orang Jaksa.

Dengan adanya sentra Gakkumdu, masyarakat bisa langsung melaporkan jika mengetahui terjadinya pidana Pemilu. Kusworo menjamin personil kepolisian yang menjadi Anggota Gakumdu, akan memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam penuh. Kusworo juga menekankan agar Sentra Gakkumdu tidak sampai menjadi sampah pelaporan, karena tidak pernah ditindak lanjuti.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto, minta Gakkumdu memfilter jenis laporan yang masuk, dan tidak serta merta melanjutkan perkaranya. Jika masih memungkinkan bisa dimediasi.

Sementara Ketua Panwaslu Jember Abdullah Waid, mengapresiasi kesigapan Kapolres Jember yang dengan cepat membentuk sentra Gakumdu. Menurut Waid, Jember menjadi kabupaten pertama yang memiliki Gakumdu di Jawa Timur. Namun karena SOP Gakkumdu yang terbaru masih digodok di Komisi 2 DPRD Jawa Timur, untuk sementara MoU antara Kepolisian, Kejaksaan dan Panwaslu masih menggunakan SOP tahun 2013 lalu.

(61 views)