Polres Jember Tangkap 5 Pelajar dan Mahasiswa Penyebar Ujaran Kebencian dan Hoax

Polres Jember Kamis siang menangkap 5 orang pelajar dan mahasiswa, pelaku penyebar ujaran kebencian di Media Sosial saat berlangsungnya pertandingan antara Persebaya dan Semeru FC beberapa waktu lalu. Akibat perbuatannya, keempat tersangka terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Kapolres Jember Akbp Kusworo Wibowo menjelaskan, keempat tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial MG, AL, FG dan AR warga Pakusari, merupakan pelaku penyebar kebencian di Media Whatsapp. Sedangkan tersangka berinisial MY warga Kaliwates, melakukan ujaran kebencian melalui Media Facebook.

Dihadapan penyidik kelima pelajar dan mahasiswa tersebut, mengaku sengaja menyebarkan ujaran kebencian, untuk memanasi perseteruan antara Bonek dan PSHT pasca bentrok yang terjadi di Surabaya. Dalam postingnya, kelima tersangka mengajak anggota PSHT, untuk melakukan aksi balas dendam terhadap Bonek, yang sedang menyaksikan pertandingan di Stadion JSG.

Dari tangan kelima tersangka polisi menyita barang bukti berupa 4 buah HP, serta sejumlah screenshoot konten ujaran kebencian. Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 28 Undang-Undang I-T-E, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Meski demikian karena kelima masih berstatus pelajar dan mahasiswa, polisi tidak melakukan penahanan badan, namun hanya dikenai wajib lapor.

(61 views)