Polres Berharap Dinas Infokom Miliki Perangkat Deteksi Penyebar Hoax

Kapolres Jember Akbp Kusworo Wibowo berharap, pemerintah daerah turut serta membantu pihak kepolisian, untuk mendeteksi pelaku penyebar berita bohong atau hoax. Hal ini disampaikan Kapolres dalam hearing bersama Komisi A DPRD Jember, PWI, AJI, IJTI dan sejumlah Admin Group Media Sosial Kamis pagi.

Menurut Kusworo, kejahatan di dunia maya saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Tentu untuk memberantas kejahatan dunia maya, tidak bisa hanya bertumpu kepada aparat kepolisian saja, tetapi butuh peran serta seluruh pihak, terutama dari Pemerintah Daerah.

Kusworo mencontohkan Kementerian Informasi dan Komunikasi serta stake holder di Pemerintah Propinsi, sudah memiliki peralatan khusus untuk mendeteksi akun-akun penyebar hoax dan ujaran kebencian. Sayangnya sampai saat ini Dinas Infokom Jember sendiri, masih belum memiliki perangkat tersebut. Untuk itu Kusworo berharap Pemkab dan DPRD Jember, memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini, mengingat hoax sudah semakin mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Kusworo juga meminta agar para Admin Group Media Sosial, lebih selektif ketika meloloskan posting dari anggotanya. Sebab dalam Undang-Undang I-T-E jelas menyebutkan adanya sangsi pidana, bagi pelaku penyebar berita bohong dan ujaran kebencian.

Kusworo berharap semua pihak turut serta mengedukasi masyarakat, agar tidak terlalu mudah menyebarkan berita yang belum diketahui secara pasti kebenarannya.

(49 views)