Pemahaman Masyarakat Memperlakukan Keuangan Masih Rendah

Meski Inklusi atau penggunaan jasa keuangan masyarakat di Wilayah Kerja OJK Jember cukup tinggi, ternyata tingkat literasi atau pemahaman masyarakat memperlakukan uang masih sangat rendah. Akibatnya masyarakat cukup rawan terjebak dalam investasi bodong.

Demikian disampaikan Kepala OJK Jember Mulyadi. Menurut Mulyadi, Inklusi Keuangan di Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang yang menjadi Wilayah Kerja OJK Jember cukup tinggi mencapai 80 persen lebih. Sayangnya literasi keuangan masyarakat baru di angka 26 persen.

Artinya masyarakat sudah banyak menggunakan jasa keuangan, tetapi belum memahami cara memperlakukan uang yang benar. Akibatnya masyarakat di Eks Karesidenan Besuki cukup rawan terjebak dalam investasi bodong.

Lebih jauh Mulyadi menjelaskan, Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang tingkat kerawanannya cukup tinggi. Sebab selain pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi yang baik, fasilitas dan akses di Banyuwangi sudah sangat terbuka.

Untuk meminimalisir resiko investasi bodong Mulyadi berharap, masyarakat berkonsultasi dengan OJK sebelum melakukan investasi. Selain itu OJK Jember juga menargetkan, tahun ini literasi keuangan di Eks Karesidenan Besuki bisa meningkat hingga diangka 40 persen. Salah satunya dengan gencar memberikan sosialisasi, mulai dari tingkat siswa sekolah.

(69 views)