Pelaku IKM Trauma Atas Pembatalan Gebyar Pameran

Sejumlah pelaku industri kecil menengah atau IKM mengaku trauma atas pembatalan mendadak gebyar pameran IKM di gedung serba guna 16 Maret kemarin. Mereka mengaku akan berpikir ulang, untuk mengikuti pameran IKM yang diselenggaran Pemkab Jember dikemudian hari.

Seperti diungkapkan pembina Asosiasi Handycraft Indonesia Muhammad Imron. Menurut Imron, sebenarnya gebyar pameran IKM merupakan ajang yang cukup baik untuk memasarkan produk UKM yang ada di Jember. Apalagi baru kali ini Pemkab Jember menyediakan stand gratis bagi peserta pameran.

Namun dengan terjadinya pembatalan secara mendadak kemarin, Imron mengaku trauma untuk mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Pemkab Jember. Sebab dirinya bersedia ikut serta dalam event kemarin, salah satunya karena mendapat undangan resmi dari Pemkab Jember yang ditandatangani oleh Plt Sekkab.

Akibat pembatalan gebyar pameran IKM tersebut 210 pelaku IKM yang sedianya ikut serta dalam acara tersebut mengalami kerugian material. Selain sudah mengeluarkan biaya penataan stand dan biaya angkut barang dagangan, barang dagangan usaha kuliner terbuang sia-sia.

Diberitakan sebelumnya meski persiapan gebyar pameran IKM yang rencananya dilaksanakan di gedung serbaguna, tiba-tiba dibatalkan secara mendadak beberapa jam sebelum dimulai. Pembatalan acara tersebut dilakukan karena Pemkab mendengar isu terjadinya pungli jual beli stand.

(87 views)