Jember Hari Ini Edisi 13 Januari 2016

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yudi Crisnandi Mengapresiasi Positif Program Suwar-Suwir

Yudi Chrisnandi

LintasanJHI – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yudi Crisnandi mengapresiasi positif program suwar-suwir, yang digulirkan Polres jember.Hal ini ditegaskan Yudi Krisnandi, saat mengunjungi Mapolres Jember hari ini.Menurut Yudi, program suwar-suwir yang berisi 9 program Polres Jember sangat inovatif dan kreatif. Sehingga patut dicontoh Polres di wilayah lain, agar polisi bisa hadir di tengah masyarakat.Sedangkan menurut Kapolres Jember, AKBP Sabilul Alif, Polres Jember terus melakukan inovasi, agar program kerja yang digulirkan bisa diterima oleh masyarakat.Pemilihan nama program suwar-suwir agar lebih dekat dengan masyarakat, karena warga Jember sangat mengenal suwar-suwir, makan khas Jember yang terbuat dari tape.Kedepan Polres Jember akan terus melakukan inovasi agar lebih merakyat.  ( fid)

 

Program Sejuta Rumah Jokowi Ancam Kelestarian Gumuk di Jember

Gumuk

LintasJHI – Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo, mengancam kelestarian gumuk di Kabupaten Jember. Program yang digulirkan mulai bulan Mei tahun 2015 lalu ini, menjadi tanggungjawab Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.Pasalnya, sejumlah developer di Jember melakukan eksploitasi gumuk untuk lahan pemukiman.  Selain itu pelaksana proyek juga mengambil material gumuk untuk pembangunan rumah. Aktifis save gumuk, Wahyu Giri menyatakan, persoalan eksploitasi gumuk di Kabupaten Jember, sangat konpleks dan rumit. Karena sebagian besar gumuk di Jember milik pribadi. Sehingga tidak ada aturan khusus terkait pengelolaan gumuk. Padahal seharusnya gumuk berfungsi sebagai cagar ekologi, untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Menurut Wahyu Giri, harus ada aturan yang jelas terkait pemanfaatan gumuk, untuk menghindari konflik dengan masyarakat pemilik gumuk. Sementara Kepala Kantor Lingkungan Hidup Jember, Trilaksono Titot sangat menyayangkan pemanfaatan gumuk, tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan. Untuk menjaga kelestarian lingkungan, jangan sampai gumuk dieksploitasi, karena gumuk sangat bermanfaat bagi masyarakat Jember.  Pemanfaatan lahan gumuk, baik itu untuk pemukiman atau fungsi yang lain, harus memperhatikan dampaknya. Apalagi fungsi gumuk selain sebagai tempat resapan air, gumuk juga bisa mencegah banjir dan angin putting beliung. Kabupaten Jember yang dikenal sebagai kota sepuluh ribu gumuk, terancam oleh eksploitasi.(Hana)

 

Cagar Budaya di Jember Tidak Didukung Museum yang Layak

Didik Purbandrio

LintasJHI – Kabupaten Jember memiliki banyak situs dan cagar budaya. Sayangnya keberadaan situs dan cagar budaya tidak didukung dengan bangunan musem yang layak. Padahal, salah satu indikator kemajuan pendidikan di Jember, bisa dilihat dari keberadaan museum. Koordinator Balai Pelestari Cagar Budaya Kabupaten Jember, Didik Purbandrio menegaskan, pihaknya  berulangkali mengajukan permohonan pembuatan museum, mulai masa Bupati Winarno hingga Bupati Mza Djalal. Namun hingga Kabupaten Jember dipimpinan oleh Pj Bupati, belum ada respon yang menggembirakan. Menurut Didik, pemkab menilai  Kabupaten Jember belum membutuhkan museum, karena museum dinilai tidak mendatangkan profit. Padahal cagar budaya di Jember sudah diketahui secara internasional. bahkan beberapa waktu lalu ada pengunjung dari india yang mengajukan permohonan melakukan penelitian. Disisi lain, antusiasme warga terhadap keberadaan cagar budaya sangat tinggi, hal ini dilihat saat pameran dan expo museum yang diadakan Pemprov Jatim. Hingga saat ini, museum Jember sudah dua kali mendapatkan penghargaan. meski dilihat dari bangunan, lokasi yang digunakan untuk museum, belum layak disebut sebagai museum. (Hana)

 

Menpan RB Nilai SDM Birokrasi Indonesia Masih Pas – Pasan

Yudi Chrisnandi

LintasJHI – Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi menilai, menghadapi masyarakat ekonomi Asean, sumber daya manusia dibidang birokrasi indonesia masih pas-pasan. Usai bertemu Pj Bupati dan sejumlah Pejabat Pemkab Jember Yuddy menjelaskan, 40 persen PNS masih berpendidikan Sma, 50 persen berpendidikan strata satu, dan sisanya lulusan strata dua dan tiga. Jika dibandingkan dengan negara Asean lain seperti Singapura dan Malaysia, SDM birokrasi indonesia masih kalah jauh. Untuk itulah pemerintah saat ini sedang mengkaji kembali penataan kepegawaian, serta melakukan percepatan peningkatan SDM PNS. Yang masih berpendidikan Sma, didorong untuk segera melanjutkan jenjang pendidikannya ke perguruan tinggi. Yuddy optimis dengan SDM birokrasi yang unggul, sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pelayanan, tidak akan dipersulit, terutama pelayanan untuk investasi di era mea seperti saat sekarang. (Win)

 

Kementerian Agama Terjunkan Ratusan Penyuluh Agama untuk Deteksi Gafatar

H-ROSYADI-BADAR-KADEPAG-KABUPATEN-JEMBER-300x225-215x193

LintasJHI – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, terjunkan ratusan tenaga penyuluh agama ke desa-desa, untuk melakukan deteksi dini terkait munculnya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kabupaten Jember. Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember Rosyadi Badar menjelaskan, dirinya sudah berkirim surat kepada seluruh Kepala Kantor urusan agama di masing- masing Kecamatan, untuk melakukan deteksi dini munculnya Gafatar melalui penyuluh. Para penyuluh diminta untuk turun langsung di tengah-tengah masyarakat, sekaligus melakukan sosialisasi mengenai gerakan ini. Sebab menurut informasi yang diterimanya, Gafatar sudah mulai masuk ke Jawa Timur. Sehingga tidak menutup kemungkinan gerakan ini juga masuk ke Jember. Jika nantinya ditemukan gerakan tersebut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepolisian, Kejaksaan, Majelis Ulama Indonesia serta instansi lainnya. Diberitakan di sejumlah media nasional, Gafatar sedang ramai diperbincangkan, karena diduga kuat berhubungan dengan fenomena orang hilang baru-baru ini, yang salah satunya diduga dibawa oleh warga Jember. (Win)

 

Menpan Rb Kritisi Pelayanan Data Kependudukan Dispenduk Capil Kabupaten Jember

Yudi Chrisnandi

JHI – Layanan Pengurusan Data Kependudukan di Jember, masih kalah efektif dengan Banyuwangi. untuk menyelesaikan pengurusan Akte Kelahiran di Jember butuh waktu 21 hari, di Kabupaten Banyuwangi hanya butuh waktu 1 hari saja. Demikian disampaikan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yudy Chrisnandy, saat mengunjungi Kantor Dispenduk Capil Kabupaten Jember Rabu siang. Yuddy menyebutkan perlunya Dispenduk Capil Kabupaten Jember mengevaluasi sistem pelayanan publik untuk pengurusan data kependudukan, untuk disesuaikan dengan era modernisasi dan kebutuhan masyarakat. Begitu juga untuk  pengurusan Ktp yang selama ini baru selesai dalam waktu 7 hari, perlu dilakukan evaluasi agar lebih cepat, misalnya cukup 3 hari atau bahkan 1 hari saja. setiap daerah lanjut Yuddy, memang berbeda-beda sesuai kemampuan untuk memenuhi fasilitas yang dibutuhkan. oleh sebab itu Dispenduk Capil perlu membuat standar proses layanan yang lebih memadai dan cepat, untuk memuaskan masyarakat. Sementara Penjabat Bupati Jember Supaad usai mendampingi Menpan, menyatakan kesiapannya untuk memperbaiki sistem layanan publik, khususnya dispenduk Capil agar lebih baik dari sebelumnya. segala upaya akan dilakukan, sesuai kemampuan anggaran dan Sdm yang dimiliki Kabupaten Jember. (Fath)

 

Pengedar Narkoba Dikalangan Pelajar Berhasil di Bekuk Polisi

JHI – Satuan  Narkoba Polres Jember, Selasa sore kembali menangkap 2 orang pengedar sabu-sabu dan obat keras berbahaya, di dua tempat berbeda. keduanya berinisial FD, warga Desa Kasian Timur dan  AJ, warga Jalan Kenanga Kaliwates. FD tertangkap basah saat mengedarkan shabu-shabu seberat 0,76 gram, dipinggir jalan desa Kaliputih Kecamatan Rambi Puji. sedang AJ, tertangkap di Jalan Sultan Agung Kaliwates. Menurut Kasat Narkoba Polres Jember AKP Sukari, terungkapnya kasus tersebut menyusul laporan dari salah seorang Guru, yang tidak ingin siswanya menjadi korban penyalahgunaan narkoba. sebab tersangka AJ diketahui kerap mengedarkan narkoba di kalangan pelajar. Atas laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka. bahkan dari hasil penyelidikan, tersangka diduga kuat juga terlibat dalam beberapa kasus kriminal. sehingga kasus kejahatan yang diduga melibatkan tersangka ini, masih dikembangkangkan oleh satuan Reskrim Polres Jember.Hingga rabu siang, tersangka masih manjalani penyidikan di mapolres jember. Dari tangan FD Polisi menyita barang bukti 2 plastik klip berisi  0,76 gram shabu-shabu, serta satu unit hp. sedang dari tangan AJ polisi menyita barang  bukti 150 pil trex berlogo y, dan uang hasil transaksi 50 ribu rupiah. (Hafit)

(1,149 views)