New Entry 25 Indohits edisi 10 – 16 Januari 2016

ATIEK CB – “SELALU CINTA”
Setelah sekian lama tidak merilis album maupun single baru, akhirnya sang legenda hidupAtiek CB kembali dengan single slow rock paling fenomenal yaitu “Selalu Cinta” yang pernah dipopulerkan oleh band rock papan atas Indonesia yaitu KOTAK.
Karakter vocal yang khas dari Atiek CB, ternyata mampu menjadikan Single yang baru dirilis di iTunes pada akhir Desember lalu, berhasil menembus TOP 30 chart Itunes Hot Songs. Memang sangat terasa “sedih” nya setelah dibawakan ulang oleh sang legenda hidup Atiek CB.
Tantri bersama KOTAK-nya berhasil membuat lagu ini sudah terasa sangat powerful.
Lalu apa yang terjadi lagu “Selalu Cinta” disuarakan oleh seorang Atiek CB?
JUST PLAY AND….

MAUDY AYUNDA – “JAKARTA RAMAI”
Jakarta adalah kota metropolitan yang tidak pernah sepi dari berbagai macam aktifitas, hiburan, perdagangan dan lain-lain. Namun kota yang sibuk, ramai dan macet ini tetap memiliki daya tarik tersendiri sehingga membuat banyak orang datang ke Jakarta dengan berbagai tujuan. Tapi pernahkah kita melihat sisi lain kota Jakarta dengan segala hiruk pikuknya?
Gambaran tentang sisi lain dari sebuah kota besar yang sibuk, coba diangkat Maudy Ayunda sebagai tema dalam single terbarunya yang berjudul “Jakarta Ramai”. Bermula dari memperhatikan ekspresi orang-orang yang lalu lalang di jalan atau yang berada ditengah kemacetan kota Jakarta, pada saat dirinya magang di sebuah perusahaan, membuat Maudy bertanya-tanya apa yang sedang mereka pikirkan dalam diam padahal mereka sedang berada di sebuah keramaian.
“Awalnya aku lagi proses magang di Jakarta, pas pulang kantor di dalam kemacetan. Di mobil aku memperhatikan ekspresi orang-orang di jalan kayak lagi mikirin sesuatu, apa yah yang mereka pikirkan? Mungkin aku seperti itu juga. Jadi aku terinspirasi dari situ’, ucap Maudy tentang ide pembuatan lagu ini.
Sebenernya lagu ini reflect on they dream and what they want in life, lagu ini mengajak orang-orang berfikir pada saat mereka dihadapi dengan kemacetan atau di keramaian. Tapi kok kita merasa sepi tau gundah karena merasa something is off with our life atau we want change something and we just don’t know what”, ucap Maudy tentang ide pembuatan lagu ini. “Pesan yang ingin aku sampaikan di lagu ini, bahwa kita jangan diam aja menjalani keseharian tanpa evaluating our everyday lifes. Apakah kita sudah mencapai mimpi-mimpi kita atau kita justru lebih jauh dari jalur yang kita inginkan”, tambah Maudy.
Lagu yang diciptakan sendiri oleh Maudy Ayunda ini, boleh dibilang sebuah pembuktian diri atas keseriusannya berkarier di dunia musik. “It reflects where I am right now in my music evolution. Jadi memang sudah pengen mulai menyanyikan lagu-lagu yang aku tulis sendiri. Karena sebenarnya aku sudah nulis lagu dari SMP”, jelas Maudy.
Lagu ini secara musik digarap oleh musisi handal Indonesia, Tohpati. Dengan musik bernuansa pop ballad, lagu ini menonjolkan alunan gitar dan vokal Maudy Ayunda yang sederhana dan lembut, membuat lagu ini enak untuk dinikmati dan didengarkan kala bersantai.
Wanita cantik kelahiran 19 Desember 1994 yang sedang menyelesaikan studinya di Oxford Univesity, London – Inggris ini, memang memiliki banyak talenta. Sejak kecil dirinya sudah dikenal sebagai model, bintang iklan dan aktris film. Bukan hanya itu, Maudy telah membuktikan potensinya sebagai seorang penyanyi sekaligus penulis lagu yang menjanjikan. Di albumnya yang berjudul “Moments” yang telah dirilis pada tanggal 1 april 2015 lalu, Maudy menunjukkan kemampuannya dalam menulis lagu dalam lagu yang berjudul “Sekali Lagi”. Album tersebut juga memperoleh Multi Platinum Album Award atas penjualannya yang lebih dari 200.000 copy hanya dalam waktu 2,5 bulan sejak album tersebut dirilis. Beberapa karyanya bahkan diupload di Youtube sejak tahun 2012 dengan tittle “Hidden Collection”.

PASTO FEAT DUL – “EMANG GUE PIKIRIN”

Lama tak mengeluarkan karya, grup vokal duo, Pasto kembali merilis album. Kali ini, duo yang diawaki Rameltho Sinjay dan Mario Hutagalung ini merilis album bertajuk, Maia, Pasto With The Stars. Kata Maia di judul album tak lain karena karya musik ini diproduseri oleh Maia Estianty. Satu di antara personilnya, Rameltho Sinjay alias Meltho, mengatakan, album terbaru grupnya menandai perjalanan duo ini, yang kini sudah masuk pada album ketiga.
“Setelah satu tahun masa produksi, album ini akhirnya dirilis. Konsepnya album duet. Beberapa lagunya diaransemen ulang. Bunda Maia (Estianty) berduet dengan kami, dia juga sebagai eksekutif produser,” ujar Meltho, Minggu (2/7) saat launching album di bilangan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Di album ini, Pasto berkolaborasi dengan sejumlah selebritas muda, antara lain, Prilly Latuconsina, Jessica Milla, Verrel Bramasta, Dul “Backdoor”, Mey Chan, dan Yuni Shara. Maia Estianty menilai, para selebritas televisi yang diajaknya berkolaborasi memiliki kualitas yang baik di bidang musik.
“Sebelumnya, saya tes vokalnya. Kalau bisa diajak nyanyi, dan saya melihat kalau mereka (seleb muda) juga banyakfans-nya,” jelas Maia.
Ada 10 lagu yang dikemas dalam album ini, antara lain, Itu Aku Dulu yang berkolaborasi dengan Prilly Latuconsina,Hanya Memuji berkolaborasi dengan Maia Estianty, Selamanya Milikmu dengan Jessica Milla, Teman Atau Kekasihdengan Kevin Julio, Aku Pasti Kembali dengan Verrell Bramasta, Emang Gue Pikirin dengan Dul “Backdoor”, Kalau Bulan Bisa Ngomong dengan Yuni Shara, dan Cintaku Padamu yang berduet dengan Mey Chan.

KALISTA – “GAME OF EMOTION”

“Katanya ketika kita jatuh cinta, kita akan sering mengatakan hal-hal yang
tidak masuk akal, sama seperti saya mendengarkan sebuah irama lagu, saya
sering berpikir bisakah saya menikah dengan sebuah lagu?, menjadi gila
karena sesuatu yang kau cintai adalah hal terindah yang mungkin dapat
dirasakan oleh seseorang. Ketenaran bukanlah hal yang saya cari akan tetapi
saya ingin tetap menjadi gila dengan kecintaan saya terhadap musik, dengan
cara terus hidup dan tumbuh di dalamnya.”…
Bukan, kalimat di atas bukanlah penggalan lyric lagu Game
of Emotions, itu adalah sebuah quote yang pernah terucap
oleh seorang gadis belia bernama lengkap Kalista Pratomo.
Bakat menyanyi Kalista memang sudah terlihat sejak dini,
semasa SD pernah mendapatkan polesan tehnik vocal di Elfa
Music Studio, berlanjut ke masa SMP di mana saat itu Kalista
sempat menjadi primadona di sekolahnya karena aktif
berperan dalam pementasan drama musikal. Beranjak
dewasa, semakin memperkuat karakter Kalista dengan apa
yang dicintainya, menulis lagu pun mulai digelutinya di sela-sela kesibukan jadwal
kuliah, gigs, maupun hobbynya menulis buku ataupun puisi.
“Sebuah single adalah langkah awal yang mudah-mudahan bisa membawa aku ke
penjelajahan musik selanjutnya, sebuah kesempatan untuk menuangkan ide beserta
konsep musik yang aku angankan dan aku simpan dalam otakku..” demikian ucap
Kalista saat ditanya tentang keinginannya meluncurkan single.
Tiga lagu beragam genre dan beat pun disiapkan Kalista bersama sang produser
Toni Sianipar, dan setelah berdiskusi panjang lebar dengan beberapa pihak termasuk
salah satu penyedia layanan digital, akhirnya Game of Emotions terpilih sebagai
debut singlenya, dengan pertimbangan aspek keunikan. Aransemen, lyric, maupun
melodi dari lagu Game Of Emotions mampu menawarkan sesuatu yang berbeda, lagu
yang bernuansa dark-rock namun dinyanyikan secara ringan dengan dipadu karakter
vocal Kalista yg fresh dan khas, menjadi sedikit ‘nyeleneh’ dibanding lagu-lagu yang
sedang banyak beredar saat ini, aspek ini diharapkan mampu mencuri perhatian
penikmat musik tanah air.
Menyanyikan lagu ciptaan sendiri memang lebih menyenangkan, Kalista bisa lebih
mengungkapkan ekspresinya dengan penuh emosi. “Show them guys who you are, and
who’s your inspiration…” sebuah kalimat penuh motivasi yang ingin disampaikan
Kalista dengan penuh semangat dalam lagunya Game Of Emotions. Sangat
diharapkan lagu ini tidak sekedar bisa dinikmati, tapi juga mampu menjadi inspirasi
bagi semua orang.

IWA K – “TO BE WITH YOU”


Iwa K, King of Hip Hop Finally Back Again!
Sudah lama tak lagi terdengar merilis lagu baru, King of Hip Hop finally back again! Iwa K merilis sebuah lagu cinta berjudul ‘To Be With You’ bersama GP Records.
‘To Be With You’ jadi lagu pertama setelah terakhir Iwa merilis album baru pada 2005 lalu berjudul ‘Vini Vidi Vunky’. Sebenarnya Iwa sempat merilis sebuah album pada 2014 lalu, tapi album itu memang dijual secara terbatas untuk keperluan NBL.
Iwa bercerita bahwa lagu tersebut mempunyai cerita yang cukup unik. Sebuah kisah insan yang saling menyembunyikan cintanya lewat beat-beat hip hop terasa lebih kekinian dibanding lagu-lagu Iwa sebelumnya.
“Lagu yang bercerita tenang unspoken love. Dua anak manusia yang saling menyembunyikan rasa cinta dan harapan mereka untuk bersatu satu sama lain,” ucap Iwa.
Penggarapan ‘To Be With You’ terhitung singkat. Memakan waktu cuma dua minggu, Iwa dibantu oleh Yudis Dwikorana untuk menggarap lagunya dan Romy untuk mengisi chorus dari lagu ini.
Nama Yudis sendiri sudah terasa akrab di karier Iwa. Sebelum membantu menggarap ‘To Be With You’, Yudis ikut membantu dalam menggarap ‘Ku Ingin Kembali’ dan ‘Malam Ini Indah’.
“Alasan gue merilis lagu lagi ya karena somehow gue masih cinta sama gaya bermusik yang selama ini gue nikmati: RAP!” ujarnya.
“Niat ini akhirnya menemukan ‘irama’-nya setelah gue bertemu dengan pihak Talent’n’Co sebagai management baru gue dan juga GP Records sebagai partner gue,” sambungnya.
‘To Be With You’ sendiri merupakan triger untuk karya-karya baru dari King of Hip Hop selanjutnya. Single kedua dan album baru, tengah disiapkan Iwa dan bersiap untuk dirilis tahun ini.
“Semoga lagu ini akan menghibur para penikmat musik pada umumnya dan RAP pada khususnya di Tanah Air,” harapnya.
Sekilas tentang Iwa K:
Iwa Kusuma lahir di Bandung pada 25 Oktober 1970. Iwa merupakan pelopor musik rap di industri musik Indonesia.
Dimulai di era 80-an akhir, Iwa berani muncul lewat musik rap meski industri tengah tergila-gila dengan musik rock. Kecintaannya pada musik asal Amerika Serikat ini bermula dari kesenangannya bermain breakdance. Iwa sangat terpikat oleh gaya bertuturnya yang begitu “groovy”, dinamis dan jujur sebagai medianya untuk berkreasi.

(542 views)