Audiotorial “Pemilukada dan Uang Rakyat”

PEMBACAAN HASIL REKAPITULASI SUARA

Hari ini KPU Kabupaten Jember menggelar rapat terbuka penghitungan suara hasil pemilukada. Tidak ada salahnya mengingatkan kembali apa-apa yang mesti diperhatikan semua pihak, terutama  Bupati-Wakil Bupati terpilih.

Pertama, siapapun pemenangnya harus berpikiran bahwa demokrasi tidak pernah bulat. Jadi, sebanyak apapun suara yang berhasil diraihnya, di sana tetap saja ada pemilih yang tidak menjatuhkan pilihan pada calon terpilih. Oleh karena itu, jangan berharap kelak kebijakan Bupati-Wakil Bupati bebas kritik.

Kedua, pemilukada kali ini adalah pemilukada yang rakyat ikut membiayainya. Bupati dan Wakil Bupati terpilih harus mempertanggungjawabkannya secara moral dan politik. Bupati dan Wakil Bupati terpilih harus selalu ingat bahwa rakyat telah membiayai kampanye mereka. Pada saat yang sama, rakyat pasti juga mencatat dan merekam setiap janji politik Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Biaya Rp 100 miliar diinvestasikan untuk hajat pemilukada di Kabupaten Jember. Mungkin tidak tidak seluruhnya dibelanjakan, tetapi tetap saja setiap sen investasi itu mesti dipertanggungjawabkan.

Dari sisi pendidikan politik, pemilukada mesti mengajarkan tentang kepatuhan terhadap aturan main, penyelenggaranya imparsial dan jauh dari transaksi jual beli suara, tingkat partisipasinya tinggi dan capaian-capaian yang lain yang sejenis dengan itu. Orang tentu bertanya, mengapa investasi yang begitu besar belum menghasilkan angka partisipasi yang diharapkan, golputnya kabarnya mencapai 40 persenan.

Begitulah, semua harus menjadi bahan evaluasi, lalu dengan evaluasi itu 5 tahun berikutnya pemilu terselenggara lebih berkualitas, berharkat dan bermartabat. (Aga)

 

(348 views)