Dinas PU Bina Marga Kontraktualkan Seluruh Proyek Swakelola

Karena dinilai berpotensi tinggi terjadi penyimpangan, Kepala Dinas PU Bina Marga Rasyid Zakaria lebih cenderung melakukan kontraktual untuk mengerjakan proyek-proyek pemeliharaan jalan, yang memiliki nilai di bawah 100 juta rupiah.

Rasyid menjelaskan, jika nekat melakukan proyek swakelola dikhawatirkan akan banyak Pegawai PU Bina Marga Jember diusut secara hokum. Sebab proyek swakelola berpotensi menjadi lahan korupsi. Contoh paling sederhana tentang jangka waktu pengerjaan. Biasanya realitasnya bisa dikerjakan selama 3 hari, dalam laporannya bisa ditulis lebih lama dari itu.

Keuntungan lain dari kontraktual lanjut Rasyid, semua pertanggung jawaban dibebankan kepada rekanan. Jika ada yang tidak beres, penggarap yang bertanggung jawab. Apabila swakelola sangat tidak mungkin seorang PNS bergaji dibawah 1 juta mengganti pekerjaan perbaikan jalan. Selain itu jangka waktu pengerjaan juga bisa terukur. Jika tidak selesai sesuai kontrak rekanan bisa di jatuhi sangsi.

Lebih jauh Rasyid menerangkan dengan sistem kontraktual, jasa konstruksi yang di jember berjumlah lebih dari 500 lembaga bisa memberdayakan mereka. Sebab jumlah jasa konstruksi di jember jauh lebih banyak dibanding proyek kontraktual murni. Sehingga tahun anggaran 2012, tidak ada satupun peluang untuk swakelola. Kecuali perawatan jalan, yang bahannya sudah disiapkan di gudang milik PU Bina Marga.

 

(830 views)
Tags: