Sudah Maksimalkah Penertiban Atribut ?

Setelah mendapatkan desakan dan sorotan tajam, akhirnya Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah (Panwaslu Kada) Jember, bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta kepolisian, menertibkan atribut milik pasangan calon (paslon) cabup dan cawabup, khususnya yang melanggar aturan. Penertiban atribut kemarin, hanya berlangsung di kawasan kota atau segitiga emas. Terkait persoalan tersebut, sudah maksimalkan penertiban atribut tersebut? Kemudian, bagaimana pemantau independen menyikapi penertiban atribut milik paslon? Lalu, bagaimana pula komentar dewan?

Kegiatan penertiban atribut kemarin, hanya difokuskan di wilayah segi tiga emas atau kawasan kota saja, itupun tidak semuanya kawasan kota sudah benar-benar bersih dari atribut cabup yang melanggar. Belum lagi atribut di kawasan pedesaan, yang jumlahnya juga cukup banyak. Sehingga hal ini perlu segera ditindaklanjuti oleh panwaslu kada. Demikian Ungkapan Ketua Tim Pemantau Independen, Misi Persada, Abdul Kadar.

Kadar berpendapat, penertiban yang dilakukan oleh panwaslu kemarin, belum sepenuhnya maksimal. Sebab, di beberapa titik di kawasan kota, seperti di Jalan PB Sudirman masih terdapat atribut milik calon bupati.

Kadar menilai, penertiban atribut yang dilakukan oleh panwaslu sudah terlambat. Semestinya, penertiban itu dilakukan sebelum pelaksanaan kampanyer terbuka. Apalagi pemasangan atribut tersebut sudah jelas-jelas melanggar aturan yang ada.

Kadar berharap, penertiban yang dilakukan oleh Panwaslu Kada Jember, tidak hanya di kawasan kota saja, melainkan di pedesaan. Panwaslu Kada Jember hendaknya mengistruksikan kepada masing- masing panwascam, untuk melakukan hal yang sama.

Selain itu, pada saat memasuki hari tenang, kadar juga meminta kepada panwaslu, untuk menertibkan atribut, yang ada di papan iklan atau reklame. Kadar kawatir, jika atribut yang ada di papan iklan luput dari penertiban panwas, akan ada protes dari pasangan lain.

Anggota Panwaslu Kada Jember, Mohammad Syaifuddin menjelaskan, Panwaslu Kada Jember memang sengaja menfokuskan penertiban di kawasan segi tiga emas atau kota, karena atribut yang paling banyak melanggar terdapat di kawasan kota.

Untuk sementara lanjut Syaifuddin, tanda gambar yang diturunkan paksa akan disimpan di Kantor Panwaslu Kada. Panwaslu mempersilahkan tim sukses pasangan calon untuk mengambilnya di kantor panwas.

Syaifuddin menambahkan, kedepan pihaknya akan mengistruksikan kepada seluruh panwascam, untuk melakukan penertiban atribut milik cabup, khususnya yang melanggar aturan.

Pantauan KISS FM di lapangan, meski kemarin panwaslu dibantu Satpol Pp telah melakukan penertiban, namun di kawasan kota, seperti di Jalan PB Sudirman masih terdapat gambar milik calon bupati.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Pansus Pemilu Kada, Ayub Junaidi mengatakan, seharusnya penertiban tersebut dilakukan sejak kemarin. Apalagi pelanggaran yang dilakukan paslon sangat nampak di depan mata.

Meski demikian, Ayub tetap mengapresiasi upaya panwaslu kada untuk menertibkan atribut yang melanggar. Ayub juga berharap, penertiban tersebut tidak hanya di kawasan kota melainkan ditindaklanjuti oleh panwascam

(673 views)
Tags: