Pemilu Kada Dan Efisiensi Anggaran

Jauh- jauh hari sebelum pelaksanaan Pemilu Kada, masing-masing tim pemenangan pasangan calon, optimis akan memenangkan pemilu kada hanya dalam satu putaran saja. Mereka optimis akan mampu meraih dukungan dan simpati dari masyarakat. Tidak hanya itu saja, selain tim pasangan optimis pemilu kada berjalan satu putaran, demikian pula dengan harapan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Sugiarto. Sugiarto berharap, agar pelaksanaan pemilu kada berjalan satu putaran. Jika memang demikian persoalannya, apa alasan sekda berharap pemilu kada berjalan satu putaran? Kemudian, jika dilihat dari aturan yang ada/ bagaimana peluangnya?

Untuk pelaksanaan Pemilu Kada tahun 2010, APBD Jember menyediakan dana sebesar 33 miliar rupiah. Dana tersebut diasumsikan, pelaksanaan pemilu kada berjalan dua putaran. 25 miliar rupiah untuk putaran pertama dan 8 miliar rupiah untuk putaran kedua.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember, Sugiarto, dirinya berharap agar pelaksanaan pemilu kada berjalan hanya satu putaran saja. Pasalnya, dana yang dikeluarkan untuk pesta demokrasi lima tahunan itu sangat besar.

Sugiarto beralasan, jika pelaksanaan pemilu kada berjalan satu putaran, maka akan terjadi efiensi anggaran yang cukup besar, yakni 8 miliar rupiah. Meski demikian, Sugiarto meminta tidak menyalah artikan harapan tersebut.

Sugiarto yakin, dana sebesar 8 miliar rupiah sangat berharga untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Misalkan, untuk dunia pendidikan, kesehatan dan pelayanan public.

Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Jember, Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan, berdasarkan salah satu klausul di undang-undang 32 dan 12 tahun 2008, pasangan calon yang memenangkan pemilu kada, apabila mendapatkan perolehan suara sebesar 50 persen lebih, dari jumlah total suara sah.

Apabila lanjut Gogot, hal tersebut tidak terpenuhi, maka calon yang dinyatakan sebagai pemenang, apabila mendapatkan suara terbanyak pertama dan lebih dari 30 persen dari jumlah suara sah. Baru kata Gogot, jika tidak ada satupun pasangan calon, yang mendapatkan suara sebesar 30 persen, maka secara otomatis akan terjadi putaran kedua.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris tim pemenangan pasangan incumbent, Mohammad Jufriyadi sebelumnya mengatakan, masyarakat jember saat ini sudah tahu, seperti apa keberhasilan calon incumbent, selama memimpin jember selama lima tahun.

Jadi kata dia, tidak mungkin masyarakat jember akan berpaling dari calon incumbent. Tidak hanya itu saja, Menurut Ketua Fraksi PKNU itu, berdasarkan hasil survey internal, pasangan incumbent memperoleh suara sebesar 80 persen. Itu artinya, pemilu kada jember hanya berjalan satu putaran saja.

Sementara, Calon Bupati yang diusung Demokrat, PKB, Barnas Dan PPD, Guntur Ariyadi mengatakan, sah-sah saja masing-masing tim pemenangan calon, mengklaim akan menang satu putaran.

Hanya saja menurut Mantan Kapolda Maluku Utara itu, dalam dunia politik semuanya bisa berubah. Guntur sendiri tidak mau berlebihan, terkait berapa target perolehan suaranya. Yang terpenting, saat ini dirinya optimis akan memiliki peluang yang sama untuk menang. Guntur juga yakin, saat ini masyarakat jember sudah bisa menilai dan memilih seperti apa sosok pemimpin mereka.

(743 views)
Tags: